London - Peringatan Hari Bumi dan Pertanian digelar KBRI Budapest bersama Hungaria diisi dengan penampilan kesenian berupa tari tarian, musik serta pameran lukisan karya pelukis Szuk Norbert yang pernah menetap selama tiga tahun di Jawa dan Bali di kota Csermajor, Hungaria.
Penampilan dua penari modern Hungaria serta tari tarian dan musik dari berbagai daerah di Indonesia seperti Tari Siutte Manis memesona hadirin dengan memberikan "standing ovation" yang panjang, ujar Sekertaris II KBRI Budapest, Annie Puspa Rosita kepada koresponden ANTARA London, Senin.
Peringatan Hari Bumi dan Pertanian yang digelar Indonesia- Hungaria di kota Csermajor itu, dihadiri lebih dari 200 undangan di antaranya guru, tokoh pemerintah dan masyarakat setempat yang sebagian besar pemuda dan mahasiswa dari seluruh Hungaria yang ikut dalam kompetisi ilmiah di bidang holtikultura dan pertanian.
Annie Puspa Rosita menuturkan, kompetisi ini adalah yang ke-40, setelah pertama kali dilakukan tahun 1970.
Dalam pameran lukisan juga ditampilkan karya fotografer Dorottya Derseri, istri Szuk Norbert, dengan berbagai objek kehidupan rakyat dan alam di Pulau Jawa. Sementara KBRI Budapest menampilkan koleksi berupa 30 foto budaya dan pariwisata serta tenunan kain, tekstil serta wayang.
Ketua asosiasi kebudayaan Indonesia Hungaria, Peter Bezi, menyertakan puluhan koleksi lukisan Indonesianya itu juga diadakan mempertunjukan "slide video" objek wisata dan budaya Indonesia dan foto karya fotografer Gabriella Mitrov yang mendapat perhatian hadirin.
Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Hungaria Mangasi Sihombing mengatakan, menyelamatkan bumi adalah tugas bersama semua masyarakat dan bangsa dan untuk itu dibutuhkan kerja sama erat pada semua tingkatan.
Ia mengemukakan, sekalipun teknologi tumbuh semakin canggih dengan upaya untuk menemukan sumber-sumber kehidupan di planet lain yang hasilnya belum dapat dipastikan.
Manusia tidak bisa lari dan melepas tanggung jawab memelihara bumi yang merupakan kewajiban setiap orang dan masyarakat, ujarnya.
Lebih lanjut Duta Besar Mangasi Sihombing menekankan bahwa kreativitas budaya harus diseimbangkan dengan kreativitas memelihara lingkungan dan bumi karena kedua-duanya saling melengkapi.
Sementara itu, ahli tanaman pangan Hungaris Dr Gyula Kovacs menguraikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam dunia pertanian Eropa pada umumnya dan Hungaria pada khususnya, termasuk pemeliharaan pohon-pohon buah asli.
Bertindak sebagai tuan rumah acara ini adalah Wellner Andrea yang merupakan Direktur Pusat Etnografi Provinsi Gyor Moson Sopron dan juga memimpin langsung dua sekolah keterampilan, demikian Annie Puspa Rosita.
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/31514/indonesia-hungaria-peringati-hari-bumi-dan-pertanian