
Anda tentu sudah mengenal buah pare, sayuran yang terkenal dengan rasanya yang pahit. Namun dibalik rasanya,
manfaat buah pare juga sangat besar.
Tak jarang buah merambat ini dijadikan sebagai sayuran maupun lalapan. Meskipun pahit, banyak orang yang menyukainya karena khasiatnya yang sangat penting dalam menjaga kesehatan maupun mengobati penyakit.
Rasanya yang pahit seringkali menjadi indikasi bagi para pengobat alami untuk menemukan khasiat pengobatannya. Beberapa negara yang terkenal dengan pengobatan tradisionalnya sudah lama memanfaatkan buah pare ini sebagai salah satu jenis herbal.
Sedangkan masyarakat kita banyak yang percaya bahwa buah pare, seperti halnya daun papaya yang pahit, mengandung banyak manfaat untuk menjaga kesehatan maupun menyembuhkan suatu penyakit.
Kandungan GiziBuah pare banyak mengandung kalsium, fosfor, vitamin A, dan vitamin C. Dengan kandungan ini
manfaat buah pare terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, anti malaria, anti kanker, anti biotika, dan juga mengatasi dan menyembuhkan penyakit kuning.
Mengkonsumsi buah pare juga dapat merangsang produksi insulin dan menyeimbangkan kadar gula dalam darah sehingga dapat untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit diabetes.
Sebagian masyarakat juga meyakini bahwa buah pare yang pahit ini juga bermanfaat dalam menyembuhkan penyakit bronchitis, mengatasi demam, sakit perut, reumatik, maupun nyeri haid.
Kandungan sejumlah senyawa seperti likopen, fitokimia, dan albiminoid juga berguna dalam merangsang nafsu makan, menyembuhkan penyakit kencing manis. Manfaat buah pare juga terletak dari kandungan beta karoten yang cukup besar yang bermanfaat untuk mengatasi kanker maupun menyembuhkan penyakit jantung.
Anti HIVKetika wabah virus HIV/AIDS merebak akibat pergaulan bebas, banyak ahli yang melakukan berbagai penelitian untuk menemukan obatnya. Salah satu temuan menarik berhasil dilakukan Profesor Lee Huang dari New York University, yaitu adanya kandungan dalam buah pare yang berkhasiat dalam menekan penyebaran virus HIV/AIDS dalam tubuh.
Zat yang berhasil ditemukan itu terdapat dalam biji buah pare yang sudah tua, dan diberi nama alpha momorchorin, beta momorchorin dan momordica antiviral protein 30 (MAP 30).
Zat-zat ini diketahui mampu menekan penyebaran virus HIV dalam tubuh. Bahkan kabarnya, zat dalam buah pare ini telah diproduksi secara massal dan dijadikan obat untuk menanggulangi penyakit HIV/AIDS. Anneahira.com