Saya seorang ibu
rumah tangga asal Sulawesi Utara, sekarang mempunyai
dua orang putra dan suami saya bekerja di sebuah perusahaan
swasta di Jayapura. Tiga tahun yang lalu pada waktu
saya baru mempunyai anak pertama, saya mengalami gangguan
kanker payudara di bagian sebelah kanan. Awalnya saya
tidak begitu menaruh perhatian, tetapi lama-kelamaan
saya mulai merasa terganggu karena mulai merasakan
sakit. Lantas saya memeriksakan diri ke dokter internis
dan divonis mengidap kanker payudara. Oleh karena
berkembang dengan cepat maka dokter mengajurkan supaya
segera diangkat melalui operasi. Menurut dokter, itu
satu-satunya jalan untuk mengatasinya. Saat itu saya
sangat takut dan tidak siap untuk dioperasi. Saya
berusaha mendapatkan obat-obat alternatif yang kata
orang bisa menyembuhkannya. Namun, semuanya itu sia-sia
dan penyakit saya makin berkembang dari waktu ke waktu
sehingga kalau tersentuh saja rasanya sakit luar biasa.
Suatu ketika suamiku mendapat informasi dari teman
kerja di kantor. Ia meminta kepada saya untuk mencoba
meminum Sarang Semut dari Wamena. Katanya jamu tersebut
sangat ampuh mengobati berbagai penyakit, termasuk
tumor dan kanker. Saya pun mulai mencoba meminum
Sarang Semut tersebut. Oleh karena saya bertekat
mau sembuh maka saya rajin mengkonsumsi setiap hari
sesuai takarannya, 3 kali sehari.
Tiga hari kemudian saya mulai merasa tidak begitu
sakit lagi dan saya bertekad terus mengkonsumsinya.
Seminggu kemudian rasa sakit sudah sangat berkurang
dan benjolannya sudah agak lembek. Pada minggu ketiga
di suatu pagi saya kaget dengan adanya cairan berwarna
kekuning-kuningan keluar di atas puting saya dan
cairan tersebut secara terus-menerus keluar dalam
beberapa hari. Saya masih terus mengkonsumsi Sarang
Semut agar bisa sembuh benar dan temyata luka lubang
yang mengeluarkan cairan tersebut tertutup sendiri
dan lukanya sembuh.
Saya sangat lega dan bahagia karena saya sudah merasa
sembuh berkat Sarang Semut. Kesembuhan ini terasa
hingga kini. Sudah beberapa tahun ini tidak ada masalah
lagi hingga saya melahirkan anak kami yang kedua.
Bahkan, produksi ASI saya lancar-lancar saja dan
normal sebagaimana biasa. |